A.
Pendahuluan
Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan
kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu dapat
memahami dirinya sendiri, sehingga individu sanggup mengarahkan dirinya dan
dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan
sekolah, keluarga dan masyarakat serta
kehidupan pada umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri
secara optimal sebagai makhluk sosial (Natawidjaja, 1987:31). Bimbingan belajar
mempunyai peranan penting dalam membantu setiap pribadi peserta didik agar
berkembang optimal baik secara akademik, psikologis maupun sosial. Bimbingan
belajar dalam hal ini dilakukan oleh guru agar siswa dapat melaksanakan
aktivitas belajar secara efektif sehingga siswa
dapat mencapai hasil belajar
yang optimal.
Faktor yang mempengaruhi dalam proses interaksi edukatif dapat
berasal dari dalam diri siswa dan juga dapat berasal dari luar diri siswa.
Motivasi merupakan salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa.
Motivasi menyebabkan adanya perubahan dalam individu (siswa) berkaitan dengan
gejala kejiwaan, perasaan dan emosi yang mengarahkan tingkah laku terhadap
suatu tujuan. Motifasi adalah suatu kekuatan yang merupakan dorongan individu
untuk melakukan sesuatu seperti yang diinginkan atau yang dikehendakinya
(Chalidjah, 1994:42). Motivasi merupakan syarat penting dalam kegiatan belajar
mengajar. Dalam kenyataan prosesnya belum memenuhi syarat dengan baik, karena
masih ada guru yang mendominasi kegiatan belajar siswa di kelas sementara
aktifitas siswa masih sekedar mendengar,
mencatat dan menghafal. Karena keoptimalan dari aktifitas siswa belum dapat
terwujud, sehingga proses dan hasil
belajar belum optimal.
Dalam kenyataannya juga masih banyak siswa yang tidak konsentrasi
dalam mengikuti pelajaran. Prestasi rendah belum tentu siswa itu bodoh atau
tidak mampu mengikuti mata pelajaran tertentu, tetapi mungkin karena adanya
ketidakseriusan siswa dalam memahami pelajaran tertentu. Ada juga siswa yang
berprestasi dalam bidang tertentu namun tidak dapat berkembang dengan baik.
Layanan bimbingan belajar sangat penting dalam upaya
meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi siswa merupakan indikator
keberhasilan proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui efektifitas layanan bimbingan belajar dalam upaya
meningkatkan prestasi belajar.
B. Kajian Teori
1.
Pengertian Belajar
Belajar adalah
suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah
laku yang baru sebagai hasil dari pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan
yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
2.
Pengertian Prestasi
Belajar
Prestasi menurut Kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai hasil yang
dicapai dari usaha yang telah dilakukan atau dikerjakan. Prestasi dapat
diinterpretasikan sebagai suatu nilai karena hasil belajar biasanya dinyatakan
dengan nilai ini. Berarti prestasi
belajar merupakan nilai (hasil) dari aktifitas belajar. Hasil belajar adalah
kemampuan nyata yang dicapai oleh individu dalam proses belajar
Prestasi belajar adalah tingkat pencapaian yang telah dicapai anak
didik atau siswa terhadap tujuan yang ditetapkan oleh masing-masing bidang
studi setelah mengikuti program pengajaran dalam jangka waktu tertentu (Suharsimi, 1986:269).
3.
Pengertian Layanan
Bimbingan Belajar
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan bahwa pengertian layanan
bimbingan belajar adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau
sekelompok orang dalam rangka mengembangkan kemampuan secara maksimal sesuai
potensi dirinya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang berguna dan menjadi
pribadi yang mandiri.
Layanan bimbingan belajar yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan
peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar
yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya
serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan
belajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(Sukardi, 2000:46).
4.
Tujuan dan Fungsi Bimbingan
Belajar
Tujuan bimbingan belajar adalah membantu siswa agar tiap siswa dapat
menyesuaikan dengan baik di dalam situasi belajar, sehingga mereka dapat
belajar efisien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan mencapai
perkembangan yang optimal (Ahmad dan Supriyono (1991:105).
Fungsi utama dari bimbingan belajar adalah membantu murid dalam
masalah-masalah pribadi, sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan
pengajaran atau penempatan dan juga menjadi dan juga menjadi perantara dari
siswa dalam hubunganya dengan guru maupun tenaga administrasi.
5.
Efektifitas layanan
bimbingan belajar dalam peningkatan prestasi belajar
Adanya layanan bimbingan belajar amat penting dalam memberikan
bantuan kepada individu melalui
interaksi dengan orang lain, baik
interaksi itu bersifat resmi atau tidak
resmi, secara tatap muka atau jarak jauh dalam suasana perorangan maupun
kelompok. Berbagai masalah yang timbul dalam diri siswa dapat menyebabkan
hambatan bagi siswa yang mengalami
sehingga akan mempengaruhi hasil
belajarnya. Karena itu peran guru pembimbing untuk membantu siswa dalam
mengatasi hambatan tersebut sangatlah diperlukan. Dalam belajar guru mempunyai
peran yang lebih luas dan mengarah kepada peningkatan motivasi belajar siswa.
Guru diharapkan mampu untuk senantiasa merangsang anak untuk belajar dalam
berbagai kesempatan melalui berbagai sumber
dan media. Guru membantu setiap individu (siswa) untuk secara efektif dapat
menggunakan berbagai kesempatan belajar
dan berbagai sumber media belajar.
Belajar memerlukan bimbingan. Pemahaman, latihan atau
ulangan-ulangan agar apa yang telah dipelajari dpat dikuasainya. Selain itu
belajar merupakan suatu proses aktif yang terjadi selain mempengaruhi secara
dinamis antara siswa dengan lingkungan. Hasil belajar akan optimal apabila ada
motivasi yang diberikan (Sardiman, 1990:24)
Layanan bimbingan belajar yang diberikan disekolah merupakan salah
satu faktor yang berasal dari luar dalam rangka peningkatan motivasi belajar. Motivasi belajar mempunyai peranan
yang strategis dalam aktifitas belajar siswa. Dengan motivasi yang kuat
kegiatan belajar akan optimal dan akan melakukan aktifitas belajar dalam
rentangan waktu yang cukup lama sehingga materi lebih banyak yang dikuasai.
Karena itu siswa yang memiliki motivasi dalam belajar selalu yakin dapat
menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan untuk mendapat prestasi yang
optimal.
C. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan atau
terkaan tentang apa saja yang kita alami dalam usaha untuk memahaminya
(Nasution, 2003:39). Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah
penelitian yang secara otomatis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenaranya
(Suryabrata, 2003). Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenaranya sehingga masih perlu dibuktikan
kenyataanya (Hadi, 2001:257).
Berdasarkan
kajian teori diatas maka dapat diajukan hipotesis bahwa layanan bimbingan
belajar efektif dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa.
D.
Metode Penelitian
Populasi adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah riset yang berhubungan dengan
manusia, benda atau kesatuan lain yang berada dalam ruang lingkup yang dikenai
kesimpulan dalam riset yang bersangkutan (Widjaya, 1982: 20). Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Lebak Kecamatan Grabag Kabupaten
Magelang tahun ajaran 2011/2007 yang berjumlah 40 siswa.
Sampel adalah
bagian dari populasi yang hendak diteliti/ diobservasi. Tujuan pengambilan
sampel adalah untuk memudahkan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik
total sampling, karena jumlah populasi yang sedikit sehingga hasil yang didapat
lebih dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya/lebih dapat
digeneralisasikan.
- Metode Pengumpulan Data
a.
Metode test
1)
Pre test, yaitu tes yang
dilakukan sebelum kegiatan (tes pendahuluan). Test ini bertujuan untuk
mengetahui prestasi belajar siswa sebelum dikenai tindakan tertentu.
2)
Post test, yaitu tes yang
dilakukan setelah kegiatan (tes akhir). Test ini bertujuan untuk mengetahui
prestasi belajar siswa setelah dikenai tindakan tertentu.
b.
Metode eksperimen
Metode eksperimen
digunakan untuk mengetahui secara langsung gejala yang ada atau terjadi pada
obyek penelitian, yaitu pengaruh bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa.
Eksperimen dilakukan terhadap siswa dengan cara membagi responden menjadi dua
kelompok dengan acak (tidak membedakan jenis kelamin maupun prestasi), yaitu
kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol tidak diberikan
kegiatan bimbingan belajar, dan fungsinya hanya sebagai pembanding (control).
Siswa yang masuk dalam kelompok eksperimen akan diberikan bimbingan belajar
dengan metode tertentu dalam waktu tertentu pula.
c.
Metode Dokumenter
Metode dokumenter
merupakan alat pengumpulan data dengan mempelajari catatan peristiwa atau
dokumen tertulis berkenaan dengan individu yang dapat diambil dari berbagai
sumber. Untuk memperoleh data tentang kondisi siswa dalam hal ini siswa kelas V
(lima) SD Negeri Lebak Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang penulis menggunakan
buku agenda kelas V (lima) dan juga berbagai dokumen yang diperlukan.
- Teknik Analisis Data
Setelah semua
data diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data. Pada penelitian
ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistic.
Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Sign Rank Test. Uji
statistik ini dipilih karena langsung dapat memberikan gambaran peningkatan dan
penurunan nilai dari masing-masing kelompok. Perhitungan dan pengolahan data
menggunakan bantuan fasilitas Komputer dengan program SPSS ver. 11.0 (Statistic
Packaged Social Science for windows ver. 11.0)
Pengujian
dilakukan pada tingkat keyakinan 95% (a = 5%),
karena penelitian ini merupakan penelitian sosial. Kriteria penerimaan dan
penolakan hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
p-value < a =
hipotesis diterima
p-value > a =
hipotesis ditolak
E.
Hasil Penelitian dan
Pembahasan
1.
Pelaksanaan Penelitian
a.
Pembagian Kelompok
Pembagian
kelompok dilakukan berdasarkan tempat duduk siswa. Siswa yang berada di deret
bangku sebelah kanan sebagai kelompok eksperimen dan siswa yang berada di deret
bangku sebelah kiri sebagai kelompok kontrol. Daftar nama-nama siswa
berdasarkan kelompok masing-masing terlampir.
b.
Pelaksanaan Pre Test
Pelaksanaan pre
test dilakukan pada hari Senin, tanggal 6 Februari 2007. Waktu yang
disediakan untuk pelaksaaan pre test sampai pemasukan nilai ke daftar
nilai adalah 160 menit. Jadwal pelaksanaan Pre Test terlampir. Hasil
jawaban direkap dalam daftar nilai.
c.
Pelaksanaan Bimbingan Belajar
Pelaksanaan
bimbingan belajar dilakukan secara berkelompok untuk kelompok eksperimen.
Kelompok kontrol tidak diberikan bimbingan, dan hanya disuruh belajar sendiri
di rumah dengan bantuan orang tua. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengetahui efektifitas bimbingan belajar, maka perlu memperlakukan dua
kelompok secara berbeda sehingga akan terlihat prestasi dari masing-masing
kelompok.
Pelaksanaan
bimbingan belajar dilakukan di ruang kelas V SD Negeri Lebak dengan mengambil
waktu jam ke 0 (jam 06.30). Satu kali tatap muka dilakukan selama 30 menit, dan
dilakukan 20 kali tatap muka. Jadwal pelaksanaan bimbingan belajar terlampir.
Materi bimbingan
belajar adalah teknik-teknik belajar yang baik untuk setiap mata pelajaran.
Materi diambil dari buku-buku yang relevan.
d.
Pelaksanaan Post Test
Pelaksanaan post
test dilakukan pada hari Selasa, tanggal 12 Desember 2011. Waktu yang
disediakan untuk pelaksaaan post test sampai pemasukan nilai ke daftar
nilai adalah 160 menit. Jadwal pelaksanaan Post Test terlampir. Hasil
jawaban direkap dalam daftar nilai.
2.
Analisis Data
Pengujian secara
statistik dilakukan dengan Wilcoxon Sign Rank Test, dan diperoleh hasil
bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai yang sangat signifikan.
Lebih dari 65% siswa dalam kelompok ini mengalami peningkatan nilai untuk
masing-masing mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia). Peningkatan nilai yang signifikan ini juga
dibuktikan dengan nilai p-value dari masing-masing Mata Pelajaran yang
lebih kecil dari alfa 5% (a = 0,05).
Hasil pengujian terlampir.
Siswa pada
kelompok kontrol hanya sebagian kecil yang mengalami kenaikan nilai, sebagian
nilainya tetap, bahkan ada juga yang mengalami penurunan nilai. Kondisi ini
terjadi pada semua mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia). Hal
ini dibuktikan dengan nilai p-value dari masing-masing Mata Pelajaran
yang lebih besar dari alfa 5% (a = 0,05),
sehingga dapat dikatakan bahwa siswa yang tidak diberikan layanan bimbingan
belajar tidak mengalami peningkatan nilai yang signifikan. Hasil pengujian
terlampir.
F.
Kesimpulan dan Saran
- Kesimpulan
Secara teori, layanan bimbingan
belajar merupakan sebuah alat yang sangat efektif untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa. Layanan bimbingan belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara,
baik secara resmi atau tidak resmi, tatap muka atau jarak jauh, maupun dalam
suasana perorangan maupun kelompok.
Hasil yang dapat disimpulkan dari
penelitian ini adalah bahwa layanan bimbingan belajar efektif dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Lebak, sehingga
diharapkan untuk pengampu/dewan guru agar lebih giat memberikan layanan
bimbingan belajar kepada semua anak didiknya.
- Saran
Hendaknya guru mendorong, dan
memotivasi para siswa agar terus belajar dengan giat. Di rumah orang tua selalu
memantau kegiatan belajar anak sehingga prestasi belajar siswa dapat diketahui.
DAFTAR PUSTAKA
Djamaroh, Syaiful Bahri, 2002, Psikologi Belajar, Rineka Cipta ; Jakarta
Etty Kartikawati E, 1995, Modul 1 Bimbingan Belajar
Hamalik, Oemar, 2000, Proses Belajar mengajar, Bumi Aksara ; Jakarta
Imam Ghozali, 2001, Analisis Multivariati dengan Program SPSS,
BP. Undip; Semarang
Juntika Nurihsan, 2005, Kurikulum 2004 berbasis kompetensi,
PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
Margono, 2000, Metodologi Penelitian Pendidikan, Rineka Cipta
: Jakarta
Prayitno H, 1999, Dasar-DasarBimbingan Konseling, Rineka
Cipta : Jakarta
Purwodarminto, 1989, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai
Pustaka : Jakarta
Sardiman, 1990, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Bumi Aksara : Jakarta
Slameto, 1995, Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya, Rineka Cipta ; Jakarta
Soemanto, 1998, Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta ; Jakarta
Suharsimi, Arikunto, 1993, Management Penelitian, Rineka
Cipta : Jakarta
-------, 1993, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta : Jakarta
Sukardi Ketut Dewa, 2000, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan
dan Konseling di sekolah, Rineka Cipta : Jakarta
Suryabrata S, 1995, Psikologi Pendidikan, Raja Grafindo
Persada : Jakarta
-------, 2003, Metodologi Pendidikan, Raja Grafindo Persada :
Jakarta
Sutrisno Hadi, 2001, Metodologi Research, Andi Offset : Yogyakarta
Walgito B, 2004, Bimbingan dan Konseling di sekolah, Andi
Offset : Yogyakarta
Winkel, 1996, Psikologi Pengajaran, Grafindo, Jakarta
Tabel 1.
Daftar
Pembagian Kelompok
|
Kelompok Kontrol
|
Kelompok Eksperimen
|
||
|
No
|
Nama
|
No
|
Nama
|
|
1.
|
|
1.
|
|
|
2.
|
|
2.
|
|
|
3.
|
|
3.
|
|
|
4.
|
|
4.
|
|
|
5.
|
|
5.
|
|
|
6.
|
|
6.
|
|
|
7.
|
|
7.
|
|
|
8.
|
|
8.
|
|
|
9.
|
|
9.
|
|
|
10.
|
|
10.
|
|
|
11.
|
|
11.
|
|
|
12.
|
|
12.
|
|
|
13.
|
|
13.
|
|
|
14.
|
|
14.
|
|
|
15.
|
|
15.
|
|
|
16.
|
|
16.
|
|
|
17.
|
|
17.
|
|
|
18.
|
|
18.
|
|
|
19.
|
|
19.
|
|
|
20.
|
|
20.
|
|
Tabel 2.
Jadwal
Pelaksanaan Pre Test
|
Hari/Tgl
|
Waktu
|
Materi
|
Durasi
|
|
Sabtu,
11 November 2011
|
07.30 – 07.35
07.35 – 07.40
07.40 – 09.10
09.10 – 09.40
09.40 – 10.10
|
Penjelasan Maksud dan tujuan
Pembagian Soal dan lembar jawaban
Pengerjaan Soal dan pengisian presensi
Pengumpulan dan Koreksi jawaban
Penilaian dan Pemasukan hasil ke daftar nilai
|
5 menit
5 menit
90 menit
30 menit
30 menit
|
Tabel 3.
Jadwal Pelaksanaan Layanan Bimbingan
Belajar
|
No
|
Materi
|
Hari, Tanggal
|
|
1.
|
Bahasa Indonesia
|
Senin, 13 November 2011
|
|
|
|
Selasa, 14 November 2011
|
|
|
|
Rabu, 15 November 2011
|
|
|
|
Kamis, 16 November 2011
|
|
|
|
Sabtu, 18 November 2011
|
|
2.
|
Matematika
|
Senin, 20 November 2011
|
|
|
|
Selasa, 21 November 2011
|
|
|
|
Rabu, 22 November 2011
|
|
|
|
Kamis, 23 November 2011
|
|
|
|
Sabtu, 25 November 2011
|
|
3.
|
IPA
|
Senin, 27 November 2011
|
|
|
|
Selasa, 28 November 2011
|
|
|
|
Rabu, 29 November 2011
|
|
|
|
Kamis, 30 November 2011
|
|
|
|
Sabtu, 2 Desember 2011
|
|
4.
|
IPS
|
Senin, 4 Desember2011
|
|
|
|
Selasa, 5 Desember 2011
|
|
|
|
Rabu, 6 Desember 2011
|
|
|
|
Kamis, 7 Desember 2011
|
|
|
|
Sabtu, 9 Desember 2011
|
Tabel 4.
Jadwal
Pelaksanaan Post Test
|
Hari/Tgl
|
Waktu
|
Materi
|
Durasi
|
|
Selasa,
12 Desember 2011
|
07.30 – 07.35
07.35 – 07.40
07.40 – 09.10
09.10 – 09.40
09.40 – 10.10
|
Penjelasan Maksud dan tujuan
Pembagian Soal dan lembar jawaban
Pengerjaan Soal dan pengisian presensi
Pengumpulan dan Koreksi jawaban
Penilaian dan Pemasukan hasil ke daftar nilai
|
5 menit
5 menit
90 menit
30 menit
30 menit
|